HUT ke-40 WPL GPM: Laki-laki Jemaat Syaloom Diingatkan Setia & Jangan Lupakan Tuhan
AMBON,JemaatSyaloom,— Peringatan HUT ke-40 Wadah Pelayanan Laki-laki (WPL) Gereja Protestan Maluku (GPM) di Jemaat GPM Syaloom menjadi momentum refleksi bagi kaum laki-laki GPM untuk kembali meneguhkan iman, tanggungjawab dalam keluarga, serta peran pelayanan ditengah Gereja dan masyarakat.
Ibadah syukur HUT berlangsung sederhana namun penuh nuansa etnik Maluku itu digelar di Gedung Gereja Syaloom, Kamis (24/9/26) malam dipimpin Wakil Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta Adriana Lohy/N.
Dalam khotbahnya, Lohy mengingatkan jemaat khususnya laki-laki GPM di Jemaat Syaloom agar dalam situasi apapun tidak pernah melupakan Tuhan.
Menurutnya, rasa syukur bukan hanya ditunjukkan ketika seseorang berada dalam keadaan baik, tetapi juga ketika menghadapi berbagai pergumulan kehidupan.
“Kita bersyukur karena kasih karunia dan kebaikan Tuhan. Sebab Tuhan itu setia bagi kita,” ujar Lohy.
Ia mengatakan, orang yang mengetahui arti bersyukur akan menjalani kehidupan dengan baik karena selalu menyadari bahwa segala sesuatu yang dimiliki bersumber dari Tuhan.
Karena itu, dalam keadaan bersukacita maupun ketika berada dalam situasi sulit, sebagai manusia harus tetap mengingat Tuhan.
Pesan tersebut dinilai semakin relevan dengan berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari kebakaran hutan dan lahan hingga tekanan ekonomi.
“Dalam segala hal kita harus bersyukur dan mengingat Tuhan. Dalam suka maupun ketika kita terpuruk, jangan pernah melupakan Tuhan,” pesannya.
Jadilah Laki-laki GPM yang Bertanggungjawab-Berdoa bagi Keluarga
Khusus kepada kaum laki-laki GPM di Jemaat Syaloom, Lohy kembali menekankan pentingnya menjadi pribadi yang bijaksana, memiliki iman yang sungguh-sungguh dan mampu menjadi teladan.
Menurutnya, keberhasilan, jabatan maupun posisi yang dimiliki seseorang justru dapat menjadi ujian iman.
Ketika berada di atas atau meraih kesuksesan, laki-laki GPM diingatkan untuk tidak menjadi tinggi hati dan angkuh, tetapi tetap rendah hati serta setia kepada Tuhan.
“Jangan lupa diri bahwa semua yang kita miliki bersumber dari Tuhan. Jabatan dan kesuksesan itu menjadi ujian iman bagi kita,” katanya.
Lohy juga menegaskan bahwa mengingat Tuhan bukan sekadar perasaan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai laki-laki GPM, katanya, harus terus bertanya apa yang dapat diberikan bagi Gereja, keluarga dan lingkungan, bukan hanya tentang apa yang bisa diperoleh.
Dalam kehidupan keluarga, laki-laki GPM juga diminta hadir sebagai suami dan ayah yang bertanggungjawab, mampu berdoa bersama, merangkul dan membina keluarga.
“Di rumah, laki-laki GPM harus berdoa, merangkul dan membina keluarga serta bertanggung jawab. Bukan memukul atau meninggalkan keluarga,” tegasnya.
Ia juga mengajak kaum laki-laki untuk berani mengatakan tidak terhadap judi, minuman keras, narkoba dan perselingkuhan.
Laki-laki GPM, lanjutnya, harus menjadi teladan di tengah keluarga, tempat kerja maupun lingkungan sosial dengan menunjukkan sikap bijaksana, takut akan Tuhan dan tidak pernah melupakan Tuhan.
Jangan Hanya Seremonial
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Syaloom, Pendeta L.F. Samual mengatakan, tema HUT ke-40 WPL GPM, “Bersyukurlah dan Jangan Lupakan Tuhan”, memiliki makna penting bagi perjalanan pelayanan kaum laki-laki GPM.
Namun, menurut Samual, tema tersebut juga harus menjadi pertanyaan reflektif bagi setiap laki-laki GPM khususnya di Jemaat Syaloom.
“Apakah kita semakin menjadi laki-laki yang kuat dalam keluarga, peduli terhadap sesama, melayani dengan rendah hati, dan menjadi teladan bagi anak-anak serta generasi muda?” katanya.
Ia mengingatkan, bertambahnya usia maka harus diikuti dengan semakin kuatnya semangat pelayanan.
Jangan sampai, kata Samual, kegiatan pelayanan semakin banyak tetapi kehidupan doa justru semakin berkurang.
“HUT ini harus menjadi momen evaluasi sekaligus ruang pembaharuan bagi laki-laki GPM,” ujarnya.
Samual menegaskan, peringatan HUT ke-40 WPL GPM bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan kesempatan untuk merayakan kesetiaan Tuhan sekaligus memperbarui komitmen pelayanan.
“Mari kita terus bersyukur, karena itu mendekatkan kita dengan Tuhan. Sekaligus memastikan kita jangan pernah melupakan Tuhan dalam setiap kerja, hidup dan pelayanan,” katanya.
Di Jemaat GPM Syaloom sendiri, sejumlah pergumulan sosial menjadi perhatian kaum laki-laki, diantaranya persoalan sampah, narkoba dan berbagai penyakit masyarakat lainnya.
Ibadah syukur HUT ke-40 diikuti kaum laki-laki dari delapan sektor pelayanan di Jemaat GPM Syaloom. Perempuan GPM juga turut ambil bagian dalam rangkaian ibadah yang berlangsung dalam suasana kebersamaan dan bernuansa budaya Maluku.
Rangkaian ibadah ditutup dengan prosesi tiup lilin HUT ke-40 bersama Pendeta Adriana Lohy, Ketua Majelis Jemaat, para pendeta Jemaat dan Emeritus, Ketua Komisi Kemitraan Jemaat, serta para ketua Wadah Pelayanan Laki-laki dan Perempuan se-Jemaat GPM Syaloom. (**)
Berita Lainnya
DCC 2026, Syaloom Choir Sapu Dua Gelar Juara
Kategori Postingan
Arti Sebuah Pengorbanan
Firman Tuhan ini mengajarkan kita tentang arti sejati sebuah pengorbanan. Sikap Daud terha...
Baca Selengkapnya