Tuhanlah yang Memberikan Air demi Memelihara Kehidupan
Tuhan Allah selalu menjaga keberlanjutan kehidupan seluruh ciptaan. Dalam nas ini disampaikan demikian, bahwa umat Israel yang melakukan perjalanan di padang gurun merasakan haus. Kehausan itu membuat mereka melakukan protes terhadap Musa dan Harun. Dalam pandangan bangsa Israel, sebagai pemimpin yang ditunjuk oleh Allah maka Musa dan Harun harus bertanggung jawab atas situasi krisis yang terjadi. Menyikapi kondisi itu maka Musa dan Harun memohon kepada Allah di pintu Kemah Pertemuan agar berkenan memberikan air, sehingga mereka dapat bertahan hidup. Dalam keadaan itu, hakekat Tuhan sebagai Allah yang merawat kehidupan dinampakan. Allah memerintahkan untuk mengumpulkan umat dan menyampaikan kepada bukit batu untuk mengeluarkan air. Perintah tersebut agar menjadi pengingat kebenaran, bahwa Allah yang memberi air sebagai bentuk pemeliharaan-Nya. Ironinya, Musa dan Harun justru mempertanyakan di depan umat: apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?. Pertanyaan itu adalah bentuk ketidakpercayaan dan keraguan atas pemeliharaan Allah. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita juga meragukan kebenaran bahwa Allah akan tetap menolong dan memelihara hidup kita? Percayalah, bahwa Allah tidak akan meninggalkan ciptaan-Nya sendiri. Allah yang telah mencipta adalah Allah yang terus menuntun dan memelihara kehidupan dengan selalu menyediakan air bagi kebutuhan ciptaan-Nya.
Doa: Ya Tuhan, kami percaya, bahwa Engkau yang menciptakan air untuk terus menuntun dan memelihara ciptaan-Mu. Amin


