Roh Kudus Pertajam Empati
Ingatkah kita saat saudara-saudara Kariu mengungsi dan mereka membutuhkan pakaian serta kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya? Semua orang dari berbagai komunitas dan lembaga segera bergerak bersama mengumpulkan kebutuhan-kebutuhan tersebut dan menyalurkannya. Kita yang terlibat melakukan aksi kepedulian tersebut tentunya hendak menyatakan perhatian dan rasa solidaritas kita yang mendalam dengan saudara-saudara Kariu. Kesusahan mereka bukanlah suatu keadaan yang harus ditanggung sendiri. Sebab sebagai orang percaya, pengajaran tentang kasih menuntut kita untuk peka dan selalu memiliki empati yang dalam dengan sesama yang menderita. Spirit ini telah lebih dulu diteladankan oleh para murid Tuhan di Antiokhia kepada kita. Ketika seorang nabi yang bernama Agabus datang dari Yerusalen dan dengan dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus menyampaikan kabar bahwa kesusahan akan terjadi di seluruh dunia karena kelaparan, maka dengan sigap para murid mengatur pengumpulan bantuan untuk beberapa daerah yang mengalami bencana tersebut dan menyalurkannya. Tindakan para murid ini menunjukkan bahwa mereka juga telah dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus. Mereka secara bijaksana memetakan kebutuhan bantuan dari setiap kelompok masyarakat termasuk para penatua. Roh Kudus sesungguhnya berperan untuk mempertajam kepekaan dan rasa empati mereka sehingga mereka dapat mengetahui secara baik keadaan yang terjadi dan mengaturnya. Begitu besarnya peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya, maka seharusnya kita juga memberi diri untuk senantiasa dituntun oleh kuasaNya. Kepekaan kita terhadap kesusahan dunia ini harus terjadi dalam seluruh arahanNya, supaya kita tidak menyatakan kebaikan kita hanya dalam waktu sesaat atau bersifat momentum saja, melainkan menjadi sebuah upaya yang sesungguhnya memberdayakan dan menghidupkan di setiap waktu.
Doa : Ajarkanlah kami dengan kuasa Roh KudusMu, ya Tuhan untuk dapat memberdayakan dan menghidupkan sesama, Amin


