Milikilah Hikmat Tuhan Sehingga Hidup Penuh Bahagia
Semua orang, siapapun dia, apapun latar belakang hidupnya, pasti ingin berbahagia. Kebahagian dapat dipandang dari berbagai ukuran. Terkadang orang mengukur kebahagian itu dari hal-hal materi. Orang akan bahagia kalau mempunyai uang yang banyak, sebab pikirnya dengan uang dia bisa beli dan miliki apa saja. Orang juga akan bahagia kalau dia mempunyai jabatan dan kedudukan yang tinggi, sebab dia merasa hebat dan berkuasa atas semua orang. Orang akan bahagia ketika mempunyai harta yang banyak, sebab dia akan merasa dihormati dan terpandang. Namun, dalam kenyataan tidak selalu demikian. Orang yang punya uang dan harta yang banyak, ternyata merasa tidak tenang. Setiap malam dia tidak tidur dengan nyenyak, sebab memikirkan uang dan hartanya, jangan-jangan dirapok atau dicuri. Orang yang punya jabatan dan kedudukan yang tinggi juga tidak tenang sebab dia terus memikirkan bagaimana caranya untuk tetap mempertahankan kedudukan dan jabatannya. Dampaknya adalah seseorang dapat melakukan apa saja untuk mempertahankan semua yang telah dimiliki. Kita perlu belajar dari firman Tuhan sebagaimana disebutkan oleh penulis Amsal dalam nas hari ini. Ia menegaskan bahwa orang yang berbahagia adalah mereka yang mendapatkan hikmat dan kepandaian. Hikmat dan kepandaian yang dimaksudkan berasal dari Tuhan bukan manusia. Siapa yang mendapatkan hikmat Tuhan, keuntungannya melebihi emas, perak dan permata serta keinginan manusia. Ia akan menikmati umur panjang, kekayaan dan kehormatan juga kebahagiaan serta kesejahteraan.
Ya Tuhan berilah hikmat dan kepandaian-Mu agar kami mengalami kehidupan yang sejati. Amin

