Perintah Tuhan dan Hidup Bermutu
Nas bacaan hari ini hendak menuntun kita agar mampu memahami kaitan antara perintah Tuhan dan hidup bermutu. Kaitannya bersifat sebab akibat. Hidup bermutu adalah buah atau dampak baik bila seseorang melakukan perintah Tuhan. Hidup bermutu dialami dan disaksikan pemazmur secara reflektif. Ia merefleksikan sikap dan perilaku beriman yang dijalaninya bersama Tuhan. Perintah Tuhan dipelihara serta diaktakan bukan sebagai beban melainkan jawaban atas kasih-Nya, sehingga dijalani dengan sukacita. Tuhan telah berprakarsa menyatakan kasih-Nya bagi umat. Kasih dipahami sebagai inti perintah Tuhan. Tuhan mengasihi demikian pun umat. Wujudnya adalah mengasihi Tuhan dan sesama. Oleh sebab itu pemazmur bersaksi bahwa perintah Tuhan-lah yang menjadikan hidupnya menjadi bermutu. Hidup bermutu dilukiskan dengan ungkapan: “aku lebih bijaksana dari musuh-musuhku.” Ciri kedua hidup bermutu adalah memiliki akal budi. Selain itu orang yang hidupnya bermutu ditandai dengan adanya pengertian, tak memilih jalan kejahatan, mengecap manisnya janji Tuhan, dan membenci dusta. Kita terpanggil untuk mewujudkan panggilan hidup bermutu dalam keluarga masing-masing. Hendaklah hidup yang kita jalani di setiap keluarga berlangsung dengan takut Tuhan. Takut Tuhan merupakan wujud utama orang bijaksana. Bijaksana dapat pula dimengerti sebagai kecakapan dalam menghadapi atau memecahkan suatu masalah. Berusahalah terus menjadikan seisi keluarga kita sebagai orang-orang cerdas, berilmu, menguasai pengetahuan dan teknologi. Semoga kita terhindar dari jalan kejahatan dan bencilah dusta. Perjuangkanlah kebaikan dan jalanilah hidup dengan jujur.
Doa: kiranya perintah-Mu kami taati agar hidup bermutu dialami. Amin


