Hidup Tertib Dengan Iman dan Hati Nurani Yang Murni
Perjalanan Paulus dalam memberitakan Injil Kristus dan yang akan dilanjutkan oleh Timotius tidak sepi dari berbagai tantangan atau persoalan. Ada orang yang mengajarkan ajaran lain ataupun sibuk dengan dongeng serta cerita yang berlebihan tentang silsilah. Akibatnya timbul kekacauan dan keutuhan jemaat terancam pecah. Mereka ini perlu dinasihati dan untuk melakukan tugas itu, Timotius harus tinggal di Efesus tetapi Paulus melanjutkan perjalanan ke Makedonia. Beriman kepada Kristus yang telah menganugerahkan keselamatan haruslah terwujud dalam keutuhan persekutuan. Persekutuan jemaat harus tetap terpelihara dan oleh sebab itu pengacau atau pembuat masalah perlu disadarkan. Hati yang menjadi sasaran penyadaran. Timotius diminta untuk memberi menasihat agar hati mereka dipenuhi kasih, dan menjadi suci, murni serta tulus ikhlas. Kemurnian hati nurani terlahir dari iman dan ketulusan. Dampaknya adalah dialaminya kehidupan persekutuan yang utuh, indah dan rukun serta diberkati. Berkat Tuhan pasti lenyap dalam persekutuan yang anggotanya hidup saling berbantah, cekcok, berselisih dan tidak rukun. Nasihat firman Tuhan di hari ini penting bagi kita sebagai papa, mama dan anak-anak yang merindukan kehidupan diberkati Tuhan. Keluarga adalah persekutuan orang beriman yang memiliki tertib hidup. Bukalah hati dan mohon kehadiran Roh Tuhan agar hidup dituntun sehingga sikap dan perilaku berkenan pada-Nya. Peliharalah hati agar tetap suci, murni, dan tulus ikhlas. Usahakanlah untuk tidak menjadi batu sandungan dalam persekutuan baik keluarga, gereja masyarakat maupun bangsa dan Negara. Jalanilah hidup sebagai kesempatan saling mengingatkan, menasihati, menghargai, menghibur, menopang, mendengar, mendamaikan, mengutuhkan dan mengampuni serta mengasihi. Kita telah mengalami kemurahan Tuhan yang menyelamatkan karena itu hiduplah dengan tertib karena iman dan hati nurani yang murni.
Doa: Tuhan tolonglah kami untuk hidup tertib dengan iman dan hati nurani yang murni. Amin.


